Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Semangat "Suara Kasih" Gamelan GITJ Banyutowo

08 Maret 2026 | 10:30 WIB Last Updated 2026-03-09T11:25:50Z
Banner Kue


Dalam setiap dentuman saron dan alunan bonang yang bergema di ruang ibadah GITJ Banyutowo, terpancar sebuah semangat pelestarian budaya yang dibalut dalam ketulusan iman. Kelompok paduan suara "Suara Kasih" hadir sebagai wujud nyata bagaimana seni tradisional gamelan dapat menjadi sarana yang indah untuk memuliakan Tuhan.

Inisiasi dan Dedikasi

Lahirnya perpaduan musik gamelan di GITJ Banyutowo tidak lepas dari peran penting Majelis Urusan Musik dan Pujian, yang dipelopori oleh Bapak Yusuf Bawi. Bersama dengan Saudara Slamet Kristanto, S.Th., selaku tenaga orientasi, mereka bahu-membahu menghidupkan kembali roh gamelan di gereja. Dedikasi keduanya telah membawa warna baru dalam tata ibadah, memastikan bahwa kearifan lokal tetap memiliki tempat yang terhormat di tengah perkembangan zaman.


Saudara Slamet Kristanto, dengan latar belakang teologisnya, memberikan sentuhan makna pada setiap nada yang dimainkan, menjadikan gamelan bukan sekadar alat musik, melainkan instrumen doa yang menyentuh jiwa jemaat.


Momen Spesial: Tukar Mimbar Klasis

Semangat "Suara Kasih" terpancar kuat pada ibadah Minggu, 8 Maret 2026. Dalam kesempatan istimewa tersebut, GITJ Banyutowo mengadakan kegiatan Tukar Mimbar Klasis. Suasana ibadah terasa sangat khidmat sekaligus akrab, dengan kehadiran Ibu Lili dari GITJ Pejing – Tulaan, Jepara yang melayani sebagai pelayan firman.


Persembahan lagu dari "Suara Kasih" menjadi jembatan harmoni yang menyambut kehadiran tamu dari Klasis lain. Musik gamelan yang dimainkan secara rancak namun lembut menciptakan suasana teduh, mengajak jemaat untuk lebih dalam merenungkan pesan Tuhan yang disampaikan.


Melestarikan Warisan melalui "Suara Kasih"

Nama "Suara Kasih" sendiri mencerminkan visi dari kelompok ini: menyuarakan kasih Tuhan melalui keindahan harmoni. Melalui perpaduan vokal dan gamelan, mereka membuktikan bahwa iman Kristen di tanah Jawa dapat tumbuh subur dengan tetap berpijak pada akar budaya yang kuat.


Semoga semangat yang dibawa oleh Bapak Yusuf Bawi, Saudara Slamet Kristanto, dan seluruh anggota "Suara Kasih" terus menginspirasi banyak orang untuk tetap mencintai budaya sekaligus setia dalam pelayanan.

Penampilan Paduan Suara Suara Kasih - GITJ Banyutowo