Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menggetarkan Hati: Persembahan Pujian Majelis GITJ Banyutowo dalam Tukar Mimbar Klasis 2026

08 Maret 2026 | 10:33 WIB Last Updated 2026-03-09T13:48:12Z
Banner Kue


Suasana khidmat menyelimuti Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Banyutowo pada ibadah Minggu, 08 Maret 2026. Ibadah kali ini terasa spesial karena dilaksanakan dalam rangka program Tukar Mimbar Klasis, di mana pelayanan firman dibawakan oleh Ibu Lili dari GITJ Pejing, Tulakan, Jepara.


Salah satu momen yang paling berkesan dalam ibadah tersebut adalah persembahan pujian yang dibawakan oleh Majelis GITJ Banyutowo. Mengenakan seragam batik yang rapi, para pelayan jemaat ini berdiri bersama untuk memuliakan Tuhan melalui nyanyian yang menyentuh hati.


Panggilan untuk Bersujud dan Mengingat Tuhan

Dalam pujian yang dibawakan, tersirat pesan mendalam tentang kasih Tuhan yang tak terbatas dan ajakan bagi setiap insan untuk tidak terlena oleh dunia. Melalui lirik yang dilantunkan, jemaat diingatkan untuk terus mendengar suara Tuhan dan tetap setia pada pribadi yang telah diciptakan-Nya.


Bagian yang paling menggugah adalah saat bait mengenai "Lonceng Gereja" dikumandangkan. Lirik tersebut menggambarkan suara lonceng sayup-sayup sebagai pertanda waktu bagi manusia untuk meninggalkan kesibukan duniawi dan datang bersujud memohon pengampunan-Nya.


Kasih yang Mencari Domba yang Hilang

Tak hanya bicara soal pertobatan, Majelis GITJ Banyutowo juga menekankan betapa besarnya kasih Tuhan yang digambarkan seperti seorang gembala, "Hingga domba pulang ke kandang"  yang menegaskan bahwa Tuhan akan terus mencari anak-anak-Nya sampai mereka kembali ke dalam dekapan kasih-Nya yang hangat.


Penampilan ini bukan sekadar rutinitas liturgis, melainkan bentuk kesaksian iman dari para Majelis di tengah tugas pelayanan mereka. Harmonisasi suara yang tercipta mencerminkan kesatuan hati dalam melayani Tuhan dan jemaat.


Kebersamaan antar Gereja

Kehadiran Ibu Lili dari GITJ Pejing sebagai pelayan firman dan persembahan pujian dari Majelis setempat mempererat tali persaudaraan antar gereja dalam lingkup Klasis. Momen ini menjadi pengingat bahwa meskipun berasal dari tempat yang berbeda, seluruh jemaat GITJ dipersatukan dalam satu iman dan semangat untuk saling membangun.

Semoga pujian yang dinaikkan menjadi berkat bagi setiap orang yang mendengarnya dan terus memotivasi kita untuk selalu mendekat kepada pelukan kasih Tuhan.