Di tengah era digital yang serba cepat, di mana konten video seringkali didominasi oleh anak muda, sebuah pemandangan yang menyejukkan hati datang dari komunitas Adiyuswa (Lansia) GITJ Banyutowo. Tanpa mau kalah dengan generasi milenial, para sesepuh gereja ini menunjukkan bahwa semangat pelayanan tidak mengenal batas usia. Melalui sebuah video pujian yang menyentuh hati, para Adiyuswa ini melantunkan Kidung Pasamuwan Jawi (KPJ) No. 326: "Punika Brayat Kula".
Lebih dari Sekadar Bernyanyi
Membuat sebuah video klip, betapapun sederhananya, bukanlah hal yang mudah bagi kelompok usia lanjut. Di balik video berdurasi beberapa menit tersebut, tersimpan perjuangan dan semangat yang luar biasa:
Melawan Keterbatasan Fisik: Bagi Adiyuswa, berdiri lama untuk pengambilan gambar atau menghafal lirik di tengah penurunan daya ingat adalah tantangan tersendiri. Namun, dalam video ini, kita melihat wajah-wajah yang penuh sukacita, mengabaikan rasa lelah demi mempersembahkan pujian terbaik.
Adaptasi Teknologi: Kehadiran video ini membuktikan bahwa Adiyuswa GITJ Banyutowo mau membuka diri terhadap perkembangan zaman. Mereka tidak melihat teknologi sebagai penghalang, melainkan sebagai sarana baru untuk mewartakan kasih Tuhan.
Kekompakan (Guyub Rukun): Persiapan seragam, latihan vokal, hingga hari pengambilan gambar adalah bukti nyata dari keguyuban (kebersamaan) mereka. Ini adalah momen di mana persekutuan menjadi penguat satu sama lain.
Makna Mendalam "Punika Brayat Kula"
Pemilihan lagu KPJ 326 "Punika Brayat Kula" (Inilah Keluarga Saya) terasa sangat pas dan emosional. Lagu ini bukan sekadar nyanyian, melainkan sebuah pernyataan iman.
"Punika brayat kula, nenggih pasamuan... Guyub rukun sih-sinisihan..." (Inilah keluargaku, yaitu jemaat... Hidup rukun saling mengasihi...)
Ketika para Adiyuswa menyanyikan lirik ini, mereka sedang menegaskan bahwa gereja dan persekutuan adalah rumah kedua mereka. Di usia senja, "keluarga" di dalam Tuhan adalah tempat sandaran yang paling indah. Suara mereka mungkin tidak sekuat penyanyi profesional, namun getaran ketulusan yang dihasilkan mampu menyentuh hati siapa saja yang mendengarnya.
Teladan Bagi Generasi Muda
Video "Punika Brayat Kula" dari Adiyuswa GITJ Banyutowo ini sesungguhnya adalah "teguran halus" sekaligus motivasi bagi generasi muda.
Jika para Mbah Kakung dan Mbah Putri yang fisiknya sudah menua saja masih memiliki api semangat yang menyala-nyala untuk melayani dan memuji Tuhan, bagaimanakah dengan kita yang masih muda? Semangat mereka mengajarkan kita bahwa:
Pelayanan adalah Seumur Hidup: Tidak ada kata "pensiun" dalam memuji Tuhan.
Sukacita adalah Pilihan: Di tengah keterbatasan usia, mereka memilih untuk bersukacita.
Penutup
Apresiasi setinggi-tingginya patut kita berikan kepada segenap Adiyuswa GITJ Banyutowo. Video pujian ini bukan hanya sebuah dokumen digital, melainkan warisan iman yang berharga.
Semoga kesehatan dan kebahagiaan senantiasa melingkupi para Adiyuswa, dan kiranya pujian "Punika Brayat Kula" ini terus bergema, mengingatkan kita semua akan indahnya persekutuan di dalam Tuhan.