Pada tanggal 15 April 2023 yang lalu, jemaat Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Banyutowo menorehkan sebuah momen penuh makna, syukur, sekaligus haru. Pada hari tersebut, diselenggarakan ibadah khusus untuk merayakan Emeritasi (Purna Tugas) dari Guru Injil (GI) Nikodemus Suradi, S.Th., seorang gembala dan pelayan Tuhan yang telah menaburkan banyak benih kebaikan di tengah-tengah jemaat.
Momen emeritasi bukanlah sebuah titik henti untuk melayani, melainkan pergantian musim pelayanan secara struktural. Pengabdian sebagai hamba Tuhan tetap melekat seumur hidup, namun tongkat estafet kepemimpinan dan tugas administratif penggembalaan diteruskan kepada generasi berikutnya.
Refleksi Tema: Setia Sampai Akhir
Ibadah emeritasi ini mengusung tema yang sangat kuat dan mendalam dalam bahasa Jawa, yakni "Setya nganti Tumeka ing PATI" (Setia sampai mati). Tema ini dilandaskan pada firman Tuhan dalam Wahyu 2:8-11, yang merupakan surat kepada jemaat di Smirna.
Dalam perikop tersebut, secara khusus pada ayat 10b, Tuhan berfirman: "Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan."
Tema ini sangat tepat untuk merangkum dan merefleksikan perjalanan pelayanan GI. Nikodemus Suradi, S.Th. Menjalani panggilan sebagai Guru Injil tentu bukanlah jalan yang selalu bertabur bunga. Ada banyak tantangan, pergumulan, air mata, serta pengorbanan tenaga dan waktu. Layaknya jemaat Smirna yang diajak untuk tetap teguh di tengah ujian, GI. Nikodemus telah membuktikan komitmennya untuk bertahan, menjaga iman jemaat, dan tetap setia melayani Tuhan di GITJ Banyutowo melalui berbagai dinamika yang ada.
Jejak Pelayanan yang Menginspirasi
Selama masa pelayanannya, GI. Nikodemus Suradi, S.Th. telah hadir sebagai sosok bapak rohani bagi jemaat GITJ Banyutowo. Melalui khotbah di mimbar, pelayanan penggembalaan, pendampingan keluarga, hingga pelayanan sakramen, beliau telah menjadi saluran berkat yang menuntun jemaat untuk semakin intim dengan Kristus.
Teladan kesetiaan yang beliau tunjukkan memberikan pelajaran berharga bagi seluruh jemaat:
Kesetiaan dalam Perkara Kecil: Pelayanan yang konsisten, baik saat dilihat banyak orang maupun saat melayani satu jiwa dalam sunyi.
Ketabahan dalam Tantangan: Memilih untuk tetap bersandar pada Sang Gembala Agung ketika menghadapi gelombang kesulitan dalam pelayanan.
Fokus pada Mahkota Kehidupan: Menyadari bahwa upah sejati dari seorang pelayan Tuhan bukanlah pujian manusia, melainkan perkenanan dari Bapa di surga.
Melangkah ke Musim yang Baru
Atas nama seluruh jemaat dan majelis GITJ Banyutowo, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas dedikasi, doa, dan cinta kasih yang telah dicurahkan oleh GI. Nikodemus Suradi, S.Th. beserta keluarga. Setiap peluh dan doa yang ditabur tidak akan pernah sia-sia di mata Tuhan.
Selamat memasuki masa emeritasi, Bapak GI. Nikodemus Suradi, S.Th. Kiranya Tuhan Yesus Kristus senantiasa melimpahkan kesehatan, sukacita, dan damai sejahtera di musim kehidupan yang baru ini. Biarlah teladan "Setya nganti Tumeka ing PATI" yang telah Bapak hidupi terus menggema dan menginspirasi generasi penerus di GITJ Banyutowo untuk terus setia mengiring Tuhan, menantikan mahkota kehidupan yang kekal.
Soli Deo Gloria. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.